ย 

Kondisi Terkini Pasar Minyak (Outlook Akhir 2024 & 2025)

๐Ÿ“‰ Snapshot Harga

  • Brent Crude: $72-78/barrel
  • WTI Crude: $68-74/barrel

๐Ÿ“œ Konteks Historis

  • 2020: Drop ke $20 (Pandemi)
  • 2022: Spike ke $120 (Perang Ukraina)
  • Current Trend: Konsolidasi $70-80

Trend saat ini: Konsolidasi dengan volatilitas terkait geopolitik dan supply OPEC+.

Faktor-Faktor Kunci Harga Minyak 2025

1. Kebijakan OPEC+ (Supply Side)

OPEC+ mengontrol ~40% supply global dengan strategi production cuts untuk menjaga harga di area $80-90.

๐Ÿš€ Bullish Scenario ($85-100): OPEC+ maintain cuts hingga Q2 2025, Saudi-Rusia kompak, demand global kuat.
๐Ÿ”ป Bearish Scenario ($60-75): Anggota OPEC+ "curang" kuota, Saudi buka keran produksi (market share war), demand lemah.

2. Demand Global: China & India

  • China: Recovery masih lambat. Jika ada stimulus ekonomi besar, demand akan naik tajam.
  • India: Driver pertumbuhan utama (ekonomi tumbuh 6-7%), mendukung harga jangka panjang.
  • US & Europe: Demand stagnan karena efisiensi dan adopsi EV.

3. Geopolitik (Risk Premium)

Setiap eskalasi di Timur Tengah menambah $5-10/barrel sebagai "war premium".

  • Timur Tengah: Risiko gangguan di Selat Hormuz (20% supply global).
  • Rusia: Sanksi vs jalur alternatif ke Asia.

4. US Shale & Transisi Energi

  • US Shale: Produksi 13 juta bpd. Jika harga >$80, produksi AS naik dan membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
  • Transisi Energi: Adopsi EV mempercepat Peak Oil Demand (diproyeksi 2030-2035).

Prediksi Harga Minyak 2025

Base Case (60%) $75-85 / barrel

OPEC+ cuts moderate, pertumbuhan China 4-5%, geopolitik terkontrol.

Bullish Case (25%) $90-110 / barrel

Konflik besar Timur Tengah, stimulus China masif, disiplin ketat OPEC+.

Bearish Case (15%) $55-70 / barrel

Resesi global, perpecahan OPEC+, lonjakan produksi US/Brazil.

Dampak Ke Ekonomi Indonesia

<div class="snapshot-grid